Senin, 13 Juli 2009

analisis karotein

1. Pengujian Kadar Karoten (AOAC, 1975 dalam Anonymous, 2002d)
• Mengekstrak pigmen dalam bahan
1. Timbang teliti lebih kurang 5 gram bahan yang akan diperiksa
2. Bahan dihaluskan dalam mortar secara cepat dengan bantuan sedikit pasir
3. Tambahkan 5 ml petroleum eter dan 5 ml aseton dan digerus terus secara cepat. Masukkan larutan kedalam labu takar
4. Ulangi pekerjaan ini 3 kali masing-masing menggunakan 4 ml
5. Tambahkan petrolium eter dalam labu ukur hingga tanda tera
6. Pekerjaan ini dilakukan diruang gelap atau labu takar yang dibalut dengan kertas karbon.

• Menyiapkan Kolom Kromatografi
1. Bagian bawah pipa gelas disumbat dengan glass wool
2. Dalam pipa gelas melalui bagian atas diisi campuran aluminia dan natrium sulfat anhidrit setinggi 5 cm. Buatlah 2 kolom kromatografi untuk perlakuan duplo
3. Kolom tersebut dipasang vertikal pada statif
4. Siapkan dibagian bawah kolom sebuah labu takar (untuk menampung cairan yang keluar dari kolom)
5. Masukkan 10 ml ekstrak pigmen kedalam kolom kromatografi
6. Setelah ekstrak pigmen dalam kolom habis, masukkan petrolium eter kedalam kolom, sampai larutan keluar dari kolom menjadi tidak berwarna
7. Eluat dalam labu takar ditambah ditambahkan petrolium eter sampai tanda tera
8. Eluat yang mengandung karoten dibaca absorbansinya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 450 nm

Perhitungan : Kadar Kadar karoten ( ppm) : V¬¬2 x V A
V1 x 0.25 dB
Keterangan:
• B : Berat bahan dalam gram
• d : Diameter kuvet yang akan digunakan ( 1cm )
• V1 ¬: Volume larutan ekstrak yang akan dimasukkan kedalam kolom (ml)
• V2 : Volume eluat ( ml )
• V : Volume ekstrak pigmen ( ml )
• A : Absorbansi larutan eluat pada panjang gelombang 450 nm





Pengujian Aktivitas Antioksidan Penangkap Radikal bebas ( Tang et al, 2002 dalam Tranggono, dkk, 2005 )

1. Sampel sebanyak 5 gram kemudian ditambahkan 250 ml etanol 95%.
2. Sampel dalam etanol 95 % dihancurkan dan difortek untuk melarutkan sampel dengan etanol 95 %.
3. Selanjutnya larutan tersebut disentrifuse dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit untuk memisahkan ekstrak antioksidan dengan endapan.
4. Sebanyak 0.2 mM larutan 1,1 –diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) dalam etanol dipersiapkan , kemudian 1 ml dari larutan ini ditambahkan dengan 4 ml ekstrak antioksidan (tingkat berkurangnya warna dari larutan menunjukkan efisiensi penangkap radikal).
5. Diamkan sampai 10 menit , kemudian ukur absorbansinya pada λ = 517 nm.
6. Aktivitas scavenger radikal bebas dihitung sebagai presentase berkurangnya warna DPPH dengan menggunakan persamaan :

Aktivitas penangkap radikal bebas : 100 x (1 - )
Keterangan A : Absorbansi sampel
B : Absorbansi kontrol

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar